Sehari pulang ke desa

Alhamdulillah....
libur sehari ternyata berjuta manfaat. "Pulang ke tempat kakung!,asyik...aku mau mainan di sungai",sambut mas Azka dengan senangnya. Sore hari Selasa berangkat ber4 menuju purwodadi. Tepat adzan magrib sampai di kota "daun" alias Godong. Kota kecil penuh sejarah dan kenangan. Enam tahun abah menumpang hidup disana. Mencari ilmu dan masa depan. sejak kelas 3 SD sampai kelas 3 SMP. kembali...ke cerita....
Setelah singgah sejenak di Godong,dan makan nasi goreng favorit keluarga, perjalananpun dilanjutkan. sampai di rumah pukul 19.30,setengah delapan malam. "Kok bengi-bengi to le...",sambut mbah putri melihat kedatangan kita. Kakung kemana. "Kakung dari tadi telepon terus kok nggak diangkat",tambah mbah putri.
Setelah cape semuapun istirahat,bobok.
Keesokan harinya....
Pagi yang cerah. tapi ada sedikit kabar yang tidak mengenakkan. Ya..gunung lumbung di belakang ujung desa baru saja longsor. sekitar sebulan yang lalu. Maka,Abah,Umi,Dik Najwa dan Mbah putri esok itu berencana jalan2 melihat sisa longsoran. perjalanan sekitar setengah jam. Dulu...gunung tersebut belum banyak terjamah tangan manusia. Bahkan,sewaktu abah masih kecil,gunung tersebut terkenal angker. Tapi,sekarang..masya Allah....hutannya udah gundul semua....!
Setelah sampai di lokasi longsor. Ya..Allah..inilah tanda-tanda kebesaranmu. Apakah ini ujuian,cobaan atau murka-Mu. Astagfirullahal adzim. Manusia sudah tidak lagi bersahabat dengan alam. Ini pulalah yang menjadikan adanya teguran dari Allah langsung. Longsor itu cukup panjang. sekitar 700 m panjangnya.
Sungguh nyata Al Quran itu sebagai petunjuk. "Telah tampak kerusakan di bumi yang disebabkan oleh tingkah manusia itu sendiri".